Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Terancam, Diplomasi Energi Beijing - Moskow Kian Erat
Thursday, 4 September 2025 20:14 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Diplomasi energi berisiko tinggi di Beijing minggu ini menandakan kesediaan Tiongkok untuk menentang upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengisolasi Rusia dan menegaskan dominasi energi AS.

Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang duduk bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, menggunakan parade militer minggu ini untuk memperingati 80 tahun kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II guna menunjukkan pengaruh militer dan diplomatik Beijing di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Washington.

Tiongkok mendukung pawai ini dengan tindakan pada hari Selasa, ketika raksasa gas Rusia Gazprom mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman yang mengikat secara hukum dengan Moskow untuk pembangunan Power of Siberia 2, pipa gas sepanjang 2.600 km (1.615 mil) yang akan menghubungkan kedua negara. Proyek ini telah berjuang untuk lepas landas setelah lebih dari satu dekade perundingan yang tidak membuahkan hasil.

Tiongkok juga akan meningkatkan volume gas yang sudah besar yang diimpornya melalui pipa 'Power of Siberia' yang sudah ada. CEO Gazprom, Alexei Miller, mengatakan pada hari Selasa bahwa kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan pasokan melalui pipa tersebut menjadi 44 miliar meter kubik per tahun dari 38 miliar meter kubik per tahun.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan volume pengiriman gas Rusia ke Tiongkok melalui pipa dari Pulau Sakhalin di Timur Jauh Rusia sebesar 20% menjadi 12 miliar meter kubik per tahun.

Secara keseluruhan, ini merupakan indikasi lain dari hubungan yang semakin erat antara Beijing dan Moskow, tetapi yang lebih penting, ini merupakan sinyal bahwa Tiongkok tidak berencana untuk mundur dalam menghadapi tekanan AS.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS